Showing posts with label Berbagi. Show all posts
Showing posts with label Berbagi. Show all posts

Sunday, February 26, 2012

Awal Kanker Rongga Mulut; Jangan Sepelekan Sariawan



Sariawan Neng...! Kata-kata itu sering kita dengar pada aneka iklan suplemen obat panas yang berseliweran di televisi. Sariawan, gangguan penyakit pada rongga mulut, ini kadang ditanggapi sepele oleh penderitanya. Entah dengan didiamkan saja dengan harapan penyakitnya hilang sendiri atau dengan banyak mengkonsumsi sambal yang diyakini bisa mengobati sariawan. Meski penyakit ini sering terjadi di masyarakat, ternyata tak banyak yang tahu apa penyebab terjadinya sariawan.
Seperti dikemukakan Dr. drg. Harmas Yazid Yusuf, SpBM dari Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, sariawan merupakan bahasa awam untuk berbagai macam lesi/benjolan yang timbul di rongga mulut. Biasanya jenis sariawan yang sering timbul sehari-hari pada rongga mulut disebut Stomatitis Aftosa Rekuren (SAR).
Gejalanya berupa rasa sakit atau rasa terbakar satu sampai dua hari yang kemudian bisa timbul luka (ulser) di rongga mulut. Rasa sakit dan rasa panas pada sariawan ini membuat kita susah makan dan minum. Sehingga kadang pasien dengan SAR datang ke dokter gigi dalam keadaan lemas.
"Ini sering menyerang siapa saja. Tidak mengenal umur maupun jenis kelamin. Biasanya daerah yang paling sering timbul SAR ini adalah di mukosa pipi bagian dalam, bibir bagian dalam, lidah serta di langit-langit," kata drg. Harmas dalam percakapan dengan wartawan disela-sela Kongres Nasional IX Persatuan Ahli Bedah Mulut Indonesia yang diselenggarakan di Bandung, belum lama ini.
Ditanyakan faktor penyebab utama terjadi sariawan, drg. Harmas mengatakan, sampai saat ini belum diketahui penyebab utama sariawan. Namun para ahli menduga banyak hal yang menjadi penyebab timbulnya sariawan ini, antara lain, defisiensi (kekurangan) vitamin B12 dan zat besi. Selain juga kemungkinan terkena infeksi virus dan bakteri sebagai pencetus timbulnya sariawan ini. "Ada pula yang mengatakan bahwa sariawan merupakan reaksi imunologik abnormal pada rongga mulut," ujarnya.
Banyak pendapat menyatakan munculnya sariawan karena kurangnya vitamin C. Namun tidak sepenuhnya pendapat tersebut benar. Bukan berarti Anda kekurangan vitamin C bila terkena sariawan. Ada faktor penyebab lain yang lebih berperan yakni stress.
"Nah yang cukup sering terjadi pada kita, terutama warga kota yang sibuk adalah mengalami stress. Banyak penelitian menunjukkan faktor psikologis yang disebabkan oleh stress merupakan faktor terbesar terjadi sariawan," ujarnya.
Upaya yang dapat dilakukan untuk menghindari timbulnya sariawan adalah dengan menjaga kebersihan rongga mulut serta mengkonsumsi nutrisi yang cukup, terutama yang mengandung vitamin B12 dan zat besi. Selain jangan lupa untuk menghindari stress. Namun bila ternyata sariawan selalu hilang timbul, Anda dapat mencoba dengan kumur-kumur air garam hangat dan pergi ke dokter gigi untuk meminta obat yang tepat untuk sariawannya.

Kanker Rongga Mulut
Kendati sariawan kelihatannya sepele, drg. Harmas meminta perhatian penderitanya bila sariawan yang dideritanya itu berkepanjangan. Karena hal itu bisa menjadi gejala awal terkena kanker rongga mulut. Begitu pula dengan gangguan pada mulut lainnya, seperti infeksi gigi yang menyebabkan gigi goyang. Jika penyebab gigi goyang itu adalah kanker rongga mulut, pencabutan gigi bisa jadi petaka karena mempermudah penyebaran kanker ke organ vital lainnya.
Drg. Harmas menyebut, kanker rongga mulut memiliki gejala yakni, sariawan berkepanjangan selama lebih dari dua minggu, serta kelenjar getah bening di leher terasa sakit dan sedikit bengkak. "Selain juga adanya benjolan-benjolan yang cukup besar di wilayah rongga mulut," kata drg. Harmas kepada wartawan disela-sela.
Harmas menjelaskan, kanker rongga mulut tergolong berbahaya dan sulit disembuhkan karena kebanyakan kasusnya baru terdeteksi dalam keadaan lanjut. Untuk itu, ia menganjurkan dokter gigi mewaspadai gejala awal kanker rongga mulut berupa sariawan yang berkepanjangan serta infeksi gigi.
Kanker rongga mulut adalah kanker di rongga mulut dan faring. Faring adalah saluran yang terletak antara rongga hidung serta rongga mulut dan kerongkongan, termasuk kanker bibir, lidah, kelenjar liur, gusi, dasar mulut, dan bagian lain mukosa bukal.
Jika ditemukan dalam stadium lanjut, kanker rongga mulut biasanya tidak dapat diangkat lagi karena sudah menyebar jauh. Penyebaran mencakup kepala, kelenjar getah bening di leher, paru-paru, hingga lever.

Vitamin C
Satu hal yang perlu perhatikan dalah bagaimana bersikap bijaksana saat mengkonsumsi vitamin C. Karena mengkonsumsi vitamin C dengan dosis terlalu besar bisa mengganggu penyerapan dan penggunaan vitamin B-12 oleh tubuh. Ia juga menurunkan kerja obat tertentu, dan bisa menyebabkan batu ginjal serta diare.
Konsumsi vitamin C yang tinggi dalam jangka pendek juga bisa menjadikan kita malah seperti kekurangan vitamin C. Ibu hamil yang mengkonsumsi 400 miligram vitamin C per hari sepanjang kehamilan, akan melahirkan bayi yang sariawan. Jumlah vitamin C dalam darah juga akan lebih rendah dari normal jika orang yang membiasakan diri makan vitamin C secara wajar.
Vitamin C tak dapat disimpan dalam tubuh. Sehingga memang perlu dikonsumsi setiap hari. Tapi akibat kesadaran tinggi akan perlunya vitamin C, banyak orang di sekitar kita menyantapnya berlebihan.
Bersikap bijak terhadap vitamin C, sama halnya dengan mengakrabinya secara apa adanya. Karena asupan ini sangat penting bagi tubuh. Terutama bagi mereka yang sering mengalami sariawan, scurvy, bengkak gusi atau luka rongga mulut yang jika diamati benar, bukan penyakit sepele. Bisa menyebabkan kekakuan pada sendi tulang, perdarahan di bawah kulit dan jaringan dalam, penyembuhan luka yang lambat, sampai anemia. Padahal sariawan bisa terjadi pada semua golongan usia, bahkan pada bayi berusia 6-24 bulan.
Vitamin C penting sebagai pembentuk kolagen, protein yang berfungsi sebagai "semen" perekat antar-jaringan tubuh. Kolagen ini dibentuk dari prokolagen, yang mengandung asam amino hidroksiprolin dan hidroksilisin. Dua asam amino itu diubah dari prolin dan lisin, setelah sebelumnya prokolagen dibentuk.
Proses perubahan prolin dan lisin dalam prokolagen ini dilakukan oleh enzim prolil hidroksilase, yang membutuhkan keberadaan ion besi ferro. Padahal, bahan tidak stabil dan mudah dioksidasi. Maka tugas vitamin C adalah menjaga agar ion besi ferro tidak teroksidasi.
Kekurangan vitamin C mengakibatkan proses hidroksilasi dalam prokolagen berkurang. Sehingga serat kolagen yang terbentuk menjadi lebih rapuh. Akibatnya, jaringan lunak seperti dalam rongga mulut, jaringan penghubung antara daging dan gigi, daging dan tulang, mudah robek sehingga timbullah sariawan.
Dinding pembuluh-pembuluh darah kapiler di dalam jaringan juga putus, sehingga terjadi perdarahan, misalnya pada gusi. Gusi berdarah, dan jaringannya lemah serta melunak. Dentin, yang terletak di bawah lapisan email gigi dan menjadi bagian dari akar gigi, pecah. Alat pengunyah itu menjadi goyah dan proses penghancuran makanan menjadi sulit. Sambungan tulang pun nyeri. Sehingga kekurangan vitamin C pada bayi bisa mengakibatkan terganggunya pembentukan jaringan tulang.
Perdarahan dalam kulit akan menimbulkan efek yang lebih parah, misalnya munculnya flek hitam-biru yang tampak pada kulit, berupa munculnya bintik-bintik merah di sekeliling tempat tumbuhnya rambut, misalnya tangan, pantat, lengan, dan punggung.
Sel-sel penumbuh rambut tidak menerima zat-zat gizi dari darah, sehingga rambut tumbuh kasar dan kaku. Jika perdarahan terjadi pada jaringan jantung atau otak, penderita sariawan bisa meninggal mendadak. Ini bisa terjadi jika seseorang kekurangan vitamin C selama 5 bulan! Jadi tidak perlu berlebihan dalam mengkonsumsi vitamin C, alih-alih mau sehat malah sakit. (T-1)

Sumber : Suara Karya Online
PDGI Online

Wednesday, February 22, 2012

Mari Menggosok Gigi Secara Efektif

Sudahkah kalian menggosok gigi hari ini??
Kali ini sahabat kita Dentana akan berbagi informasi tentang menggosok gigi yang efektif. Menggosok gigi setelah makan dan sebelum tidur adalah kegiatan rutin yang harus menjadi kebiasaan kita setiap hari. Di mana kebiasaan tersebuat berfungsi untuk menjaga kebersihan gigi dan mulut kita dan napas tetap segar. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menggosok gigi: 
  1. Cara menyikat harus dapat membersihkan semua deposit pada permukaan gigi dan gusi secara baik, terutama saku gusi dan ruang interdental (ruang antar gigi);
  2. Gerakan sikat gigi tidak merusak jaringan gusi dan mengabrasi lapisan gigi dengan tidak memberikan tekanan berlebih;
  3. Cara menyikat harus tepat dan efisien.
  4. Frekuensi menyikat gigi maksimal 3 X sehari (setelah makan pagi, makan siang dan sebelum tidur malam), atau minimal 2 X sehari (setelah makan pagi dan sebelum tidur malam). dan bagaimana jika tidak bisa menggosok gigi 3 X sehari, dikarenakan berada di sekolah atau tempat kerja atau tempat lain?? Manson (1971) berpendapat bahwa menggosok gigi sehari cukup 2 X, setelah makan pagi dan sebelum tidur malam.
Nah sobat, setelah kita mengetahui beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menggosok gigi, saatnya sekarang kita mengetahui bagaimana cara menggosok gigi yang baik dan benar. Yang pertama adalah pemilihan sikat gigi, disarankan tidak menggunakan sikat gigi yang berbulu keras dan juga tidak berbulu terlalu lembek, kalo kata Dentana sih yang sedang-sedang saja.

Selanjutnya ini nih cara menggosok giginya. Simak dengan baik ya..




(a) Gerakan vertikal. Arah gerakan menggosok gigi ke atas ke bawah dalam keadaan rahang atas dan bawah tertutup. Gerakan ini untuk permukaan gigi yang menghadap ke pipi (bukal/labial), sedangkan untuk permukaan gigi yang menghadap lidah/langit-langit (lingual/palatal), gerakan menggosok gigi ke atas ke bawah dalam keadaan mulut terbuka. Cara ini terdapat kekurangan, yaitu bila menggosok gigi tidak benar dapat menimbulkan resesi gingival/penurunan gusi sehingga akar gigi terlihat.

(b) Gerakan horizontal. Arah gerakan menggosok gigi ke depan ke belakang dari permukaan bukal dan lingual. Gerakan menggosok pada bidang kunyah dikenal sebagai scrub brush. Caranya mudah dilakukan dan sesuai dengan bentuk anatomi permukaan kunyah. Kombinasi gerakan vertikal-horizontal, bila dilakukan harus sangat hati-hati karena dapat menyebabkan resesi gusi/abrasi lapisan gigi.

(c) Gerakan roll teknik/modifikasi Stillman. Cara ini, gerakannya sederhana, paling dianjurkan, efisien dan menjangkau semua bagian mulut. Bulu sikat ditempatkan pada permukaan gusi, jauh dari permukaan oklusal/bidang kunyah, ujung bulu sikat mengarah ke apex/ujung akar, gerakan perlahan melalui permukaan gigi sehingga bagian belakang kepala sikat bergerak dalam lengkungan.

Pada waktu bulu-bulu sikat melalui mahkota gigi, kedudukannya hampir tegak terhadap permukaan email. Ulangi gerakan ini sampai lebih kurang 12 kali sehingga tidak ada yang terlewat. Cara ini dapat menghasilkan pemijatan gusi dan membersihan sisa makanan di daerah interproksimal/antara gigi.


Itulah cara menggosok gigi yang efektif, disamping menggosok gigi untuk menjaga kesehatan gigi kalian, jangan terlalu banyak makan makanan yang manis. Semoga setelah membaca coretan dari Dentana kalian tidak malas lagi menggosok gigi, budayakanlah menggosok gigi setelah makan dan sebelum tidur malam, luangkanlah waktu sebentar untuk memelihara gigi kalian dan mencapai napas segar. Perlu diingat dan diperhatikan bahwa sumber infeksi/vokal infeksi itu berawal kondisi gigi dan mulut kalian. Dengan gigi sehat dan mulut segar tidur Anda akan nyenyak dan terhindar dari penyakit.

Wednesday, February 15, 2012

PP 33/1963, LAFAL SUMPAH/JANJI DOKTER GIGI Oleh:PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Nomor:33 TAHUN 1963 (33/1963) Tanggal:22 MEI 1963 (JAKARTA)

Tentang:LAFAL SUMPAH/JANJI DOKTER GIGI
Presiden Republik Indonesia,
Menimbang : bahwa perlu menetapkan lafal sumpah/janji dokter gigi;
Mengingat :
1.pasal 5 ayat 2 Undang-undang Dasar;
2.pasal 10 ayat 3 Undang-undang No. 9 tahun 1960 tentang Pokok-pokok Kesehatan (Lembaran-Negara tahun 1960 No. 131);
Mendengar : Menteri Pertama, Wakil Menteri Pertama bidang Kesejahteraan Rakyat, Menteri Kesehatan dan Menteri Kehakiman;
Memutuskan : Menetapkan : Peraturan Pemerintah tentang Lafal Sumpah/Janji Dokter Gigi.
Pasal 1.
(1)Sebelum seorang dokter gigi melakukan jabatannya, maka ia harus mengucapkan sumpah menurut cara agama yang dipeluk nya, atau mengucapkan janji. Ucapan sumpah dimulai dengan kata-kata "Demi Allah" bagi mereka yang beragama Islam, dan sumpah bagi mereka yang beragama lain dari agama Islam, pemakaian kata-kata "Demi Allah" disesuaikan dengan kebiasaan agamanya masing-masing. (2)Sumpah/janji itu berbunyi sebagai berikut :
1.Saya akan membaktikan hidup saya guna kepentingan peri kemanusiaan, terutama dalam bidang kesehatan;
2.Saya akan menjalankan tugas saya dengan sebaik-baiknya sesuai dengan martabat dan tradisi luhur jabatan kedokteran gigi;
3.Saya akan merahasiakan segala sesuatu yang saya ketahui karena pekerjaan saya dan keilmuaan saya sebagai dokter gigi; 4.Sekalipun diancam, saya tidak akan mempergunakan pengetahuan kedokteran gigi saya untuk sesuatu yang bertentangan denngan hukum perikemanusiaan;
5.Dalam menunaikan kewajiban saya, saya akan berikhtiar dengan sungguh-sungguh supaya tidak terpengaruh oleh pertimbangan Keagamaan, Kebangsaan, Kesukuan, Politik kepartaian atau Kedudukan Sosial;
6.Saya ikrarkan sumpah/janji ini dengan sungguh-sungguh *16306 dan dengan penuh keinsyafan.
Pasal 2.
Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku pada hari diundangkan. Agar supaya setiap orang dapat mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Pemerintah ini dengan penempatan dalam Lembaran-Negara Republik Indonesia.
Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 22 Mei 1963. Presiden Republik Indonesia,
SUKARNO.
Diundangkan di Jakarta pada tanggal 22 Mei 1963. Sekretaris Negara,
MOHD. ICHSAN.

Sumber:
Fropeg-kemenkes.or.id

Valplast (gigi tiruan lepasan)

Pada beberapa kasus yang tidak memungkinan dibuatkan gigi tiruan jembatan dan implant, maka gigi tiruan sebagian lepasan merupakan pilihan yang terbaik.Terdapat 3 jenis gigi tiruan sebagian lepasan yang dibedakan menurut bahan basis gigi tiruannya yaitu gigi tiruan kerangka logam, gigi tiruan dengan basis akrilik dan gigi tiruan dengan basis berbahan dasar nilon termoplastik atau sering disebut dengan flexi (valplast).

Bahan nylon thermoplastic yang digunakan membuat valplast mempunyai beberapa kelebihan dibandingkan dengan gigi tiruan jenis lain, antara lain :
1.    Valplast dapat dibuat lebih tipis dan fleksible
2.    Valplast dibuat tanpa menggunakan frame metal atau cangkolan kawat
3.    Dapat menempel disekitar gigi asli dan jaringan ginggiva dengan aman dan lebih nyaman jika dibandingkan dengan gigi tiruan dengan cangkolan logam
4.    Valplast memiliki warna, bentuk dan design yang menyatu dengan warna alami ginggive sehingga tak terlihat saat digunakan.
5.    Kuat dan tidak mudah patah jika dibandingkan dengan akrilik.
6.    Tidak memerlukan preparasi gigi dan jaringan
7.    lebih tahan lama dibanding akrilik
8.    menguntungkan untuk pasien yang alergi terhadap logam
9.    lebih sedikit waktu yang dibutuhkan untuk kunjungan ke dokter gigi

kelebihan valplast secara keseluruhan membuat pasien lebih nyaman dalam menggunakan gigi tiruan ini, sehingga valplast disukai pasien.
Kontra indikasi  dan kekurangan valplast :
1.    pasien dengan oral hygiene yang buruk
2.    gigi yang mengalami kelainan jaringan periodontal (gigi goyang)
3.    pasien dengan diabetes mellitus tak terkontrol
4.    tidak menguntungkan jika digunakan pada pasien full denture
5.    bukan penghantar suhu, sehingga pasien tidak dapat merasakan suhu makanan secara maksimal.
6.    Kadang, oleh karena polimerisasi tidak sempurna, beberapa waktu setelah insersi bisa timbul perasaan valplast menjepit ginggiva, ini dapat dikoreksi dengan cara relining.

Penggunaan nilon sebagai bahan basis gigi tiruan telah dibahas pada literatur pada tahun 1950. Walaupun nilon tidak direkomendasikan untuk penggunaan umum pada saat itu. Beberapa kerugian yang dilaporkan mengenai bentuk awal nilon termasuk kerentanan warna basis bahan untuk berubah, mengalami stain, penyerapan air yang tinggi dan pembentukan permukaan yang kasar setelah jangka waktu yang pendek. Nilon adalah nama generik untuk beberapa tipe polimer termoplastik yang masuk ke dalam kelas yang dikenal sebagai poliamid. Bahan ini merupakan famili dari polimer kondensasi yang berasal dari reaksi diacid dengan diamine. Nilon menghasilkan variasi poliamid dengan sifat fisik dan mekanik yang tergantung pada kelompok ikatan antara kelompok acid dengan kelompok amine. Penggunaan nilon dental pertama kali tidak sukses karena penyerapana air yang berlebihan, sehingga menyebabkan pemuaian yang berlebihan. Penyerapan air yang lebih rendah pada nilon glass reinforced telah menghasilkan produksi yang lebih dapat diharapkan. Nilon ini terutama diisi dengan cotton glass beads atau chopped glass fibers.

Yang perlu diperhatikan :
1.    Sebelum insersi valplast sediakan air panas dalam gelas, rendamlah valplast beberapa menit, angkat kemudian kibaskan beberapa saat sampai tercipta suhu kamar pada bodi valplast.
2.    Malam hari sebaiknya dilepas seperti perlakuan pada denture lainnya, agar mukosa istirahat dan mengembalikan perfusi oksigen ke ginggiva, mempertahankan kesehatan jaringan periodontal dan mengurangi insiden kecepatan resorbsi alveolar.

Indikasi dan Kontra Indikasi Valplast yang Lebih Spesifik:
• Indikasi
Valpalst dapat digunakan dalam berbagai kondisi seperti pemakaian GTSL umumnya. Contohnya pada pasien yang tidak dapat dibuatkan bridge tetapi memprioritaskan penampilan atau estetik, keuangan pasien yang terbatas. Pasien tidak menginginkan prosedur yang invasif, pasien tidak menyukai kunjuangan rutin untuk pemeliharaan gigi tiruan. Untuk splint temporo mandibular joint (TMJ) jika digunakan dalam bentuk tidak diberi pigmen. Dapat juga digunakan pada venner koemetik untuk menutupi resesi gingiva. Indikasi lainnya adalah bila pasien alergi terhadap akrilik. Material yang ideal untuk gigi tiruan lepasan pada kasus pasien rentan terhadap patahnya gigi tiruan.
• Kontra Indikasi
Kontra indikasi pemakaian valplast adalah jarak interoklusal pada bagian posterior kurang dari 4 mm karena dengan GTSL valplast perlu dipastikan adanya occlusal clearance yang cukup antara RA dan RB untuk pemasangan gigi. Tidak seperti GTSL akrilik konvensional yang ikatan antara elemen gigi tiruan dan basis adalah ikatan kimia, ikatan GTSL valplast adalah secara mekanik. Jika tidak ada ruang yang cukup untuk menempatkan lubang retensi pada gigi, elemen gigi tiruan dapat berubah tempat.Ruang yang dibutuhkan kira-kira 5 mm atau lebih dari posterior interocclusal clearance, yaitu antara gigi dan bridge lawan, untuk memaksimalkan retensi elemn gigi.
Kontra indikasi lainnya adalah bila ada torus mandibula atau maksila serta bentuk ridge yang knife edge pada bilateral free-end, flat ridge, deep overbite (4 mm atau lebih) dimana gigi anterior dapat menghalangi dalam pergerakan-pergerakan yang tidak teratur, juga tidak dianjurkan pada penggunaan immediate.

Jenis Pilihan Valplast
Valplast dapat digunakan bilamana mempertimbangkan gigi tiruan sebagaian lepasan. Menurut Keller terdapat 3 pilihan dasar jika memilih valpalst yaitu : (1) gigi tiruan sebagian valplast bilateral, (2) gigi tiruan sebagian valplast unilateral/ boomer bridge, (3)kombinasi valplast dengan kerangka logam vitalium 2000.
• Gigi tiruan sebagain valplast bilateral
Tanpa logam, gigi tiruan sebagain fleksibel valplast memberikan banyak kegunaan dan estetik pada gigi tiruan sebagaian lepasan rahang atas. Pasien yang pernah menggunakan gigi tiruan sebagain konvensional logam dan sekarang menggunakan valplast melaporkan bahwa valplast terasa alami di dalam mulut karena ketipisannnya dan sifat bahan yang ringan. pasien juga merasa percaya diri jika amkan, tersenyum dan berada di depan publik karena retensi yang sangat baik disain cengkeram yang tipis.

















• Gigi tiruan sebagian valplast unilateral/ boomer bridge
Restorasi valplast unilateral dengan disain cengkeram yang tipis memberikan retensi maksimal, stabilitas dan estetik. Valplast nesbit merupakan valplast yang ideal untuk penggantian 1 gigi posterior dan valplast flipper merupakan valplast yang ideal untuk penggantian 1 gigi anterior.


• Kombinasi valplast dengan kerangka logam vitalium 2000
Gigi tiruan valplast juga dapat digunakan dengan vitalium 2000 cast metal framework agar estetik terlihat alami dan meningkatkan stabilitas, karena rest oklusal dan rest lingual terbuat dari logam. Untuk kekuatan maksimum, valplast dapat dibuat dengan cast metal frame seperti Vitalium 2000 dengan kekuatan tensil lebih dari 855 Mpa untuk meningkatkan ketahanan terhadap fraktur. Vitalium 2000 merupakan kekerasan vikers yang meminimalkan abrasi pada gigi antagonisnya dan menghasilkan kekuatan lebih dari 600 Mpa membantu dalam menahan deformasi permanen.


 Valplast yang dikombinasikan dengan metal dan berbahan plastik pada cengkeramnya dapat meningkatkan kekuatan dan dukungan yang lebih. Cengkeram yang terbuat dari dari bahan nilon termoplastik ini tampak alami sehingga mendukung faktor estetik. Kombinasi valplast dan vitalium, memaksimalkan sifat fisik dari gigi tiruan sebagaian dan membuatnya menjadi pilihan yang baik untuk daeraha edentulous yang luas, khususnya pada rahang bawah.

Sumber :
http://www.valplast.ca/
www.googlesearch.com
http://drgdondy.blogspot.com/
Disarikan dari “Aplikasi dan Disain Valplast Pada Gigi Tiruan Sebagian Lepasan” oleh Ignatia Wurangian, JITEKGI 2010, 7(2): 63-68

Tuesday, February 14, 2012

Istilah-Istilah Kedokteran Gigi Dasar


Istilah-Istilah Ilmu Kedokteran Gigi:
  1. Konservasi: Ilmu pengawetan gigi
  2. Operative dentistry: Ilmu Penambalan gigi
  3. Endodontia: Ilmu perawatan saluran akar
  4. Orthodontia: Ilmu meratakan gigi
  5. Prothodontia: Ilmu geligi tiruan
  6. Exodontia: Ilmu pencabutan gigi
  7. Periodontia: Ilmu perawatan jaringan luar
  8. Dental teknologi: Ilmu teknologi gigi

Istilah-Istilah dalam Rongga Mulut dan Jaringan-Jaringan Sekitarnya:
  1. Bibir dengan bagian-bagiannya:
    a. bibir atas
    b. bibir bawah
    c. tepi bibir
    d. sudut bibir (commisure)
    e. tuberkel: tonjolan bulat pada bibir atas tengah bawah
  2. Filtrum: lekukan antara tuberkel dan hidung.
  3. Labiometal groove: suatu depresi (cekungan) linier yang dangkal yang berjalan horisontal di bawah bibir bawah yang membatasi dagu.
  4. Nasalabial groove: lekukan antara hidung/nasal dan bibir/labia
  5. Dagu

Istilah-Istilah Kedokteran Gigi Dasar:
  1. superior: atas
  2. inferior: bawah
  3. dextra/dexter: kanan
  4. sinistra: kiri
  5. labia: bibir (labium)
  6. lingua: lidah
  7. fasial: muka
  8. palatum: langit-langit
  9. lateral: bagian tubuh yang letaknya jauh di sisi bidang median
  10. bilateral: dua bagian sepasang, letaknya simetris
  11. vestibule: ruang antara aspek labia dan bukal gigi dan gingiva, dengan aspek dalam dari bibir dan pipi
  12. operculum: lapisan jaringan gingiva yang menutupi gigi yang baru erupsi sebagian
  13. frenulum: penyekat vestibulum dimedian
  14. email: korona/mahkota
  15. sementrum: akar/radix
  16. apeks: ujung akar
  17. sisi mesial: sisi yang berhadapan dengan median
  18. sisi distal: sisi yang berlawanan dengan median
  19. sisi bukal: sisi yang menghadap pipi
  20. permukaan proksimal: permukaan gigi yang berhadapan dengan sisi gigi sebelahnya
  21. permukaan insisal: permukaan gigi untuk mengunyah
  22. oklusi/oklusal: kontak gigi atas dan bawah